SDIT Titian Ilmu,
Gelar WORKSHOP Implementasi Kurikulum Merdeka
Mustikajaya, titianilmu.sch.id/– Guna meningkatkan mutu Pendidikan, melalui kompetensi guru, Kepala SDIT Titian Ilmu menggelar workshop implementasi kurikulum merdeka pada kamis-jum’at (5-6 Januari 2023) di Aula Gedung SDIT Titian Ilmu.
Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Diwa Dinda An-Nafi’, dan Ibu Dr. Siti Aisah, M.Pd., selaku Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Nara sumber pada acara tersebut mampu menggugah dan menggerakan semangat dewan guru SDIT Titian Ilmu untuk melaju kencang perubahan pada bidang kurikulum.
Workshop ini dilaksanakan selama dua hari, bertujuan mempersiapkan guru untuk menghadapi kurikulum merdeka, dimana kurikulum ini akan dijadikan kurikulum wajib atau kurikulum nasional pada tahun ajaran baru mendatang. Pada kegiatan ini kepala sekolah SDIT Titian Ilmu mengahadirkan satu narasumber dari bidang Pendidikan yaitu Dr. Siti Aisah, M.Pd selaku Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Workshop dibuka dengan penuh semangat oleh Bapak Drs. Anis Maksum, MM., selaku Ketua Yayasan Diwa Dinda An-Nafi’. Selanjutnya, acara diserahkan kepada Dr. Siti Aisah, M, Pd. Pada kesempatan ini beliau menjelaskan “bahwa kurikulum ini adalah kurikulum baru dalam dunia Pendidikan, sebagai obat Pendidikan yang sebelumnya dunia pendidikan dilaksanakan secara daring, dikarenakan Covid-19 melanda. Dengan kurikulum baru ini diharapkan sekolah dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik, sehingga menemukan peserta didik handal dan tanggunh serta paham akan nilai-nilai Pancasila”.
Kurikulum merdeka ini diterapkan di PAUD, SD, SMP maupun SMA/SMK pada tahun yang direncanakan yaitu tahun 2024 dan Menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan kurikulum merdeka belajar adalah suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Di sini, para pelajar (siswa/i) dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat maupun minatnya dan guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Dalam sosialisasi ini narasumber menjelaskan secara detail tentang kurikulum merdeka yang dimulai dari implementasi kurikulum merdeka, cara penyusunan kurikulum oprasional sekolah, penyusunan tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, profil pelajar Pancasila serta strategi pembelajaran berbasis proyek dengan maksud siswa menerapkan materi yang telah di pelajari dalam proyek dan juga dapat menerapkan dalam studi kasus.
Hari kedua Worshop di tutup dengan sesi tanya jawab dengan guru yang belum mengerti tentang kurikulum merdeka dan Dr. Aisah, M.Pd juga menjelaskan terkait perbedaan antara asesmen K-13 dan asesmen Kurikulum Merdeka bahwa “kurikulum merdeka, medekat pada nilai formative bukan semata-mata kepada summative, dan kemudian penilaian juga harus berpusat kepada siswa. Sebenarnya prinsip-prinsip penilaian hampir sama dengan K-13 tapi pelaksanaanya adalah penekanan pada formativenya dan untuk summative menjadi pilihan ketika sekolah melaksanakan dan diperbolehkan sesuai dengan panduan pembelajaran dan asesmen penilaian yang sudah di berikan untuk pemerintah berdasarkan kemendikbud nomor 21 tahun 2022 tentang standar penilaian”.Tuturnya
Setelah kegiatan ini, Kepala SDIT Titian Ilmu berencana untuk membentuk tim penyelesaian administrasi sekolah menurut kurikulum merdeka. Hal ini sebagai implementasi dari pemahaman ilmu yang telah dicapai selama dua hari. Jika tidak dilakukan gerak cepat prakteknya, maka dikhawatirkan pengetahuannya akan hilang dan workshop ini menjadi sia-sia.
Semoga Allah memudahkan rencana mulia SDIT Titian Ilmu, dan menjadikannya sukses. aamiin



